Final_Project
Analisis Penyediaan Air Bersih dan Dukungan Kebijakan Pemerintah Daerah di Kabupaten Lombok Timur
Ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Lombok Timur sebagian besar berasal dari sumber mata air. Namun jumlah mata air yang ada di Kabupaten Lombok Timur makin berkurang akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Pada tahun 2009 jumlah mata air tercatat sebanyak 376 dan berkurang menjadi 325 mata air pada tahun 2014. Disisi lain, terjadi penurunan debit utamanya pada musim kemarau mencapai 50%. Artinya bahwa penyediaan air bersih pada musim kemarau mengalami defisit yang cukup besar.
Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan menggunakan metode survei dan jumlah sampel sebanyak 16 orang. Sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari dinas/instansi terkait, sedangkan data primer diperoleh dari responden sampel melalui wawancara terstruktur. Variabel penelitian meliputi ketersediaan air bersih, konsumsi air bersih, penyediaan air bersih, dan dukungan kebijakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis trend/regresi liner.
Penelitian ini menghasilkan bahwa ketersediaan air bersih di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2006 sebesar 3,675 m³/detik kemudian mengalami penurunan menjadi 2,698 m³/detik pada tahun 2015. Kebutuhan total konsumsi air bersih penduduk Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2006 mencapai 2,299 m³/detik dan mengalami peningkatan menjadi 3,072 m³/detik pada tahun 2015. Penyediaan air bersih di Kabupaten Lombok Timur dalam periode 2006-2012 mengalami penurunan dari 1,376 m³/detik pada tahun 2006 menjadi 0,027 m³/detik pada tahun 2012 dengan nilai RKAB rata-rata dalam periode 2006-2012 sebesar 121,1 (RKAB ≥ 100). Dukungan kebijakan untuk keberlanjutan kecukupan penyediaan air bersih dalam periode 2006-2012 tergolong “kurang” dengan skor rata-rata sebesar 38,645. Sedangkan dalam periode 2013-2020 penyediaan air bersih di Kabupaten Lombok Timur mengalami defisit dengan nilai RKAB rata-rata dalam periode 2013-2020 sebesar 62,53 (RKAB ≤ 100). Dukungan kebijakan untuk menyelesaikan defisit penyediaan air bersih dalam periode 2013-2020 tergolong “cukup” dengan skor rata-rata sebesar 52,292.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain