Final_Project
Efektivitas Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance Melalui Reformasi Birokrasi Olehg Aparatur Pemerintahan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur.
Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan daerah, konsep desentralisasi sangat
berpotensi menciptakan transparansi dan partisipasi serta sekaligus dapat menjadi sebuah
aset untuk menciptakan kualitas pelayanan publik yang baik dan menumbuhkan
demokrasi lokal. Namun demikian, fakta menunjukkan bahwa kebijakan desentralisasi
tidak secara otomatis mengandung prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik
(good governance).
Peneliti menggunakan dua teori dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu Teori
Pemahaman dan Teori Fungsionalisme Struktural (Sistem Tindakan) yang diangkat
Parson yang menekankan empat fungsi penting untuk semua sistem “tindakan” dan
dikenal dengan skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency). Dari
kedua teori ini, peneliti mengemukakan hipotesis yaitu: “Semakin tinggi sistem tindakan
dan tingkat pengetahuan para aparatur pemerintah daerah dalam menjalankan good
governance melalui reformasi birokrasi khususnya pada prinsip transparansi dan
partisipasi masyarakat, maka semakin efektif penerapan good governance tersebut.”
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan
pengumpulan sumber data primer dan sekunder melalui tiga teknik pengumpulan data
yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian akan dianalisis
secara kualitatif melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, dan pengambilan kesimpulan
atau verifikasi. Lebih lanjut lagi simpulan akan diulas melalui analisis SWOT sehingga
dapat dijelaskan seperti apa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam
penerapan prinsip-prinsip good governance melalui program reformasi birokrasi dalam
hal pelayanan publik oleh apartur Pemerintah Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok
Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
| TES 18/028 | Referensi (Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain