Final_Project
Pengujian Viabilitas Polen Labu Madu Sebagai Informasi Penyerbukan Buatan.
Penyerbukan buatan pada labu madu saat ini belum banyak diteliti. Manusia sebagai vektor membutuhkan informasi mengenai faktor-faktor yang dapat menyukseskan proses penyerbukan. Oleh karena itu penelitian ini penting dilakukan dengan tujuan 1) menentukan media perkecambahan polen labu madu, 2) menentukan fase perkembangan bunga serta waktu panen polen labu madu agar diperoleh viabilitas yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu dan Kebun Percobaan Agroekoteknologi, Universitas Trilogi, Jakarta pada bulan Maret hingga Agustus 2017. Penelitian terdiri atas dua percobaan. Percobaan pertama menggunakan empat media perkecambahan polen yaitu M1 (2 g sukrosa, 0.01 g H3BO3, 0.025 g CaCl2, 0.032 g KH2PO4, 2 g PEG 6000, 50 ml aquades), M2 (3 g sukrosa, 0.01 g H3BO3, 0.025 g CaCl2, 0.032 g KH2PO4, 3 g PEG 4000, 50 ml aquades), M3 (5 g sukrosa, 0.025 g H3BO3, 0.025 g CaCl2, 0.032 g KH2PO4, 3 g PEG 4000, 50 ml aquades), M4 (5 g sukrosa, 0.02 g H3BO3, 0.025 g CaCl2, 0.032 g KH2PO4, 3 g PEG 4000, 50 ml aquades). Peubah yang diamati adalah daya berkecambah polen labu madu (keluarnya tabung polen dari pori permukaan polen). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan media M4 tidak lagi menyebabkan plasmolisis dan polen berhasil berkecambah. Percobaan kedua menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dua faktor. Faktor pertama adalah fase perkembangan bunga yang terdiri atas dua taraf yaitu antesis (A1) dan sehari sebelum antesis (A2). Faktor kedua adalah waktu panen polen (W) terdiri atas empat taraf yaitu pukul 05.00‒06.00 (W1), 06.01‒07.00 (W2), 07.01‒08.00 (W3), dan 08.01-09.00 (W4). Hasil percobaan menunjukkan bahwa daya berkecambah polen yang dipanen dari bunga antesis pukul 07.01‒08.00 mencapai 65.3% lebih tinggi dibandingkan polen dari bunga sehari sebelum antesis yang dipanen pada pukul 05.00‒09.00.
| AET 19/001 | Referensi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain