Final_Project
Pengaruh Penggunaan Hidrokolid Terhadap Pembuatan Nori Analog Daun Kolesom (Talinum triangulare (Jacq.) Willd).
Nori merupakan salah satu jenis pangan yang berbentuk lembaran yang sering dikonsumsi sebagai makanan camilan maupun penyalut. Produk nori yang beredar di Indonesia merupakan produk impor dan perlu adanya inovasi dikarenakan bahan utama pembuatan nori yaitu porphyra tidak tumbuh di Indonesia. Pemanfaatan daun kolesom dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomis daun kolesom, selain itu daun kolesom memiliki senyawa flavonoid, asam fenolat, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Pembuatan nori analog dilakukan dengan penggunaan hidrokoloid berupa pati jagung, pati kentang, dan sagu sebagai pengental, serta memperbaiki tekstur nori analog. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik nori analog daun kolesom, dan melakukan pengujian organoleptik, kimia dan fisik. Hasil uji organoleptik mendapatkan dua formulasi terbaik yaitu F4 (Kolesom 85 g + Pati Jagung 15 g) dan F6 (Kolesom 85 g + Sagu 15 g). Nori analog daun kolesom masing-masing memiliki kadar air 7.39 % (F4) dan 6.16 % (F6), kadar abu sebesar 5.57 % (F4), 6.65 % (F6), kadar protein 7.12 % (F4), 6.21 % (F6), kadar lemak 15.50 % (F4), 15.38 % (F6) dan karbohidrat 64.42 % (F4) dan 65.60 (F6). Serat pangan total tertinggi didapat F6 sebesar 7.99 %. serat kasar tertinggi didapat F4 sebesar 3.26 %. Hasil pengujian tekstur untuk F0, F4, dan F6 masing-masing 2.33 gf, 2.21 gf, dan 2.56 gf . Hasil pengujian warna didapatkan hasil nilai ΔE pada F4 dan F6 masing-masing 53.27 dan 51.79.
| ITP 18/005 | Referensi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain