Final_Project
Penentuan Konsentrasi Terbaik Film Indikator Warna Kubis Merah (Brassica oleracea L.) dalam Mendeteksi Kerusakan Ikan Gurami.
Pendugaan kerusakan pada ikan masih sulit dideteksi oleh konsumen, terutama pada produk yang telah dikemas. Salah satu alternatif yang tengah dikembangkan berupa kemasan pintar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh film indikator terbaik dengan pewarna ekstrak kubis merah yang dapat mendeteksi tingkat kerusakan ikan gurami. Parameter yang dianalisis ialah perubahan ketebalan film indikator, warna film indikator, dan penurunan mutu daging yang terdiri atas pH, TPC, dan TVBN. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak warna kubis merah dapat digunakan sebagai bahan pewarna pada film indikator yang sensitif terhadap perubahan pH. Konsentrasi film indikator terbaik ialah 70 mL PVA dan 30 mL ekstrak warna kubis merah. Perubahan warna film indikator dari ungu menjadi biru kehijauan di jam ke-24 menunjukkan bahwa kualitas ikan gurami yang dikemas sudah tidak layak dikonsumsi. Perubahan warna yang terjadi pada film indikator berkorelasi dengan nilai pH, TPC, dan TVBN ikan gurami. Berdasarkan nilai pH ikan gurami pada jam ke-24 sudah memasuki tahap post-rigor dengan pH mencapai 7.128 sedangkan ketika dihitung menggunakan persamaan regresi nilai TPC ikan gurami sudah rusak setelah disimpan selama 8 jam 20 menit dengan nilai TPC sebesar 5.70 log CFU/g dan jika dilihat dari nilai regresi TVBN ikan gurami sudah tidak layak dikonsumsi setelah disimpan selama 16 jam 20 menit dengan nilai TVBN sebesar 30 mgN/100g.
| ITP 20/001 | Referensi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain