Final_Project
Film Indikator Pewarna Alami dari Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Pendeteksi Kerusakan Daging Sapi.
Daging sapi merupakan bahan pangan yang tinggi akan kandungan protein sehingga mikroba dapat tumbuh dan berkembang biak. Pertumbuhan mikroba dapat menurunkan kualitas produk, agar kualitas produk dapat dideteksi maka diperlukan suatu indikator yang terdapat pada kemasan pintar. Film indikator pada penelitian ini menggunakan ekstrak bunga telang sebagai pewarna alami karena memiliki senyawa antosianin. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh film indikator dengan konsentrasi PVA, kitosan, dan ekstrak bunga telang terbaik sebagai film indikator pewarna alami, mengetahui respon warna film indikator pada daging sapi terhadap perubahan warna, pH, ketebalan, TVBN, dan menghitung total mikroba sebagai penentu kualitas mutu daging sapi. Penelitian ini terdiri atas 3 tahap, yaitu ekstraksi bunga telang, pembuatan film indikator, aplikasi label indikator pada daging sapi. Film indikator terbaik pada formulasi PVA dan kitosan 20:80 dengan penambahan ekstrak bunga telang sebanyak 5 mL. Perubahan warna film menjadi hijau kekuningan menghasilkan nilai ohue sebesar 137.81±19.31o. Nilai ketebalan film selama penyimpanan 48 jam mengalami penurunan 0.171±0.042 menjadi 0.136±0.043. Nilai pH daging sapi meningkat setelah penyimpanan selama 8 jam yaitu dari 5.726±0.011 hingga 7.540±0.351. Uji TVBN daging sapi pada penyimpanan 8 jam sudah melebihi ambang batas sebesar 30.815±5.602 sehingga tidak aman untuk dikonsumsi. Nilai TPC daging sapi mulai dari penyimpanan jam ke-8 sudah melewati batas maksimum yaitu sebesar 7.338±0.035 log CFU/g.
| ITP 20/005 | Referensi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain