Final_Project
Formulasi Kukis Berbahan Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata Duch) dan Tepung Terigu dengan Penambahan Pisang Ambon (Musa Paradisiaca)
Kukis merupakan salah satu jenis biskuit yang diolah dari adonan lunak, memiliki kadar lemak dan gula tinggi, relatif renyah serta bila dipatahkan penampang potongannya bertekstur kurang padat. Salah satu alternatif bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan kukis adalah tepung labu kuning. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi kukis berbahan tepung labu kuning dan tepung terigu dengan penambahan pisang ambon. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2018 hingga Januari 2019 di Laboratorium Biokimia, Fakultas Bioindustri, Universitas Trilogi, Jakarta Selatan dengan menggunakan Rancangan Percobaan Lengkap (RAL). Penggunaan pisang ambon dalam pembuatan kukis berperan menggantikan telur untuk orang-orang yang memiliki gaya hidup vegetarian. Selain penggunaan pisang ambon, tepung labu kuning dalam pembuatan kukis dapat meningkatkan kadar karbohidrat dan menurunkan kadar lemak. Hasil penelitian ini diperoleh rendemen dari tepung labu kuning sebanyak 10.59% dan memiliki kadar air 5.65%, kadar abu 1.51%, kadar protein 6.89%, kadar lemak 0.53%, kadar karbohidrat 91.37%. Hasil uji organoleptik diperoleh formulasi terbaik adalah kukis dengan substitusi tepung labu kuning 15%, tepung terigu 85% dan pisang ambon 30% (F2). Hasil analisis fisikokimia kukis F2 diperoleh kadar air 2.27%, kadar abu 0.15%, kadar lemak 13.56%, kadar protein 5.42%, kadar karbohidrat 81.37%, aktivitas antioksidan 25.17% dan EC50 sebesar 39.82 mg/mL serta tingkat kekerasan 1.93 gf.
| ITP 20/008 | Referensi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain