Final_Project
Isolasi dan Identifikasi Aspergillus spp. Strain Aflatoksigenik pada Ikan Asin Asal Cirebon
Aflatoksin merupakan produk metabolit sekunder kapang Aspergillus yang bersifat genotoksik dan karsinogenik. Sebanyak 4.6% sampai 28.2% kasus kanker hati secara global disebabkan oleh aflatoksin, diperkirakan sebanyak 27% terjadi di Asia Tenggara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi aflatoksin pada ikan asin asal Cirebon melalui deteksi gen aflD dan gen aflQ, melihat penampakan secara makroskopis dan mikroskopis isolat aflatoksigenik, serta karakteristik sampel positif aflatoksigenik. Penelitian ini dibagi menjadi empat tahap yaitu, karakterisasi, enumerasi dan skrining, konfirmasi, dan identifikasi. Prevalensi sampel yang terdeteksi gen aflD adalah 11.53% (3 dari 26), begitu juga prevalensi pada deteksi gen aflQ. Ketiga sampel termasuk dalam sampel dengan nilai pertumbuhan kapang tertinggi. Karakteristik sampel positif aflatoksigenik memiliki suhu 25.5 oC sampai 27.9 oC, kelembaban relatif 54% sampai 65%, kadar garam 5.31% sampai 11.03%, aw 0.71 sampai 0.75, dan pH 6.19 sampai 7.92. Penampakan makroskopis pada media MEA seperti berwarna fern green, bertekstur kapas beludru, memiliki garis radial pada reverse colony, terdapat zonasi, dan zona pertumbuhan. Pada media CYA koloni berwarna fern green, bertekstur granular, persebaran sporulasi tidak merata, terdapat zona pertumbuhan. Penampakan mikroskopis kepala konidia kode K4.1 dan K8.1 berbentuk biseriate, kode T8.1 uniseriate serta vesikel berbentuk bulat dan halus.
| ITP 20/012 | Referensi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain