Final_Project
Pengembangan Bubur Ubi Jalar Ungu ( Ipomea batatas) sebagai Alternatif Produk Pangan Darurat
Pangan darurat adalah jenis pangan yang dirancang dan diproduksi agar dapat dikonsumsi secara langsung untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian manusia ketika dalam kondisi darurat. Bubur ubi jalar ungu adalah alternatif produk pangan
darurat yang dapat dikonsumsi secara langsung dan juga sebagai bentuk upaya diversifikasi pangan karena menggunakan ubi jalar ungu sebagai sumber kandungan karbohidratnya. Syarat pangan darurat harus mudah untuk didistribusikan, salah satu
caranya yaitu dikemas menggunakan retort pouch. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan parameter kritis (warna, pH, dan cemaran mikrobiologi) selama masa penyimpanan dan menentukan umur simpan dari produk bubur ubi jalar ungu. Penelitian ini terdiri atas dua tahapan metode yaitu penentuan formulasi terbaik dan penentuan umur simpan produk bubur ubi jalar ungu. Hasil penelitian ini menunjukkan formulasi bubur ubi jalar ungu yang paling disukai pada
F2 dengan penggunaan 250 gram ubi jalar ungu, 150 gram susu kental manis, dan 500 ml air. Parameter kritis produk bubur ubi jalar ungu cenderung mengalami perubahan selama masa penyimpanan menunjukkan warna produk berubah dari ungu gelap (minggu ke-0) menjadi ungu terang kecoklatan (minggu ke-6), nilai pH produk menurun dari nilai rata-rata 6.281 (minggu ke-0) menjadi 5.204 (25 °C), 4.994 (35 °C), dan 4.743 (45 °C) (minggu ke-6), terakhir jumlah cemaran mikrobiologi produk meningkat dari <10 koloni (minggu ke-0) menjadi >10 koloni (minggu ke-6). Umur simpan produk bubur ubi jalar ungu dari parameter perubahan warna adalah 30 hari namun dari parameter cemaran mikrobiologi produk sudah tidak memenuhi syarat SNI setelah umur penyimpanan dua minggu.
| ITP 20/013 | Referensi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain