Final_Project
Analisis Usaha Budidaya Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Pada UMKN Pembenihan Ikan Lele Bapak Latif
Budidaya ikan lele adalah suatu kegiatan dimana orang memelihara ikan lele dari
proses pemijahan hingga untuk dijual. Ikan lele relatif mudah dibudidayakan di
perairan iklim hangat, sehingga dapat menyuplai makanan yang murah bagi pasar
setempat. Jenis ikan lele yang banyak dibudidayakan adalah ikan lele
Sangkuriang. Ikan lele ini adalah salah satu komoditas perikanan budidaya
unggulan yang dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1)
mengidentifikasi masalah yang mempengaruhi sistem budidaya benih ikan lele
Sangkuriang pada UMKM Bapak Latif. 2) menganalisis kelayakan usaha
budidaya ikan lele Sangkuriang berdasarkan aspek finansial. Penelitian dilakukan
di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pembenihan Ikan Lele
Sangkuriang. Pemilihan lokasi penelitian tersebut dilakukan secara sengaja
(purposive). Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan
sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, dan observasi. Data
sekunder berasal dari literatur data melalui buku-buku, jurnal, maupun sumber
lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Data dan informasi yang telah
dikumpulkan dianalisis secara kuantitatif yang diolah dengan Microsoft Word
Excel 2010. Analisis kelayakan dilakukan dengan melakukan perhitungan (R/C
ratio), (B/C ratio), break even point (BEP), dan payback period (PP). Hasil
penelitian ini yaitu: 1) Permasalahan yang terdapat pada usaha pembenihan ikan
lele UMKM Bapak Latif diantaranya, minimnya tenaga kerja. timbulnya hama
dan penyakit, sistem produksi yang masih tradisional. 2) Nilai R/C ratio sebesar
2.554 dan nilai B/C ratio sebesar 1.542. BEP Volume mendapatkan nilai sebesar
35.240 ekor dan BEP harga mendapat nilai sebesar Rp 157,-. Payback period (PP)
dalam jangka waktu 4 bulan (2 periode), sehingga kesimpulannya bahwa usaha
Bapak Latif layak untuk dijalankan.
| AGR 21/003 | Referensi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain