Final_Project
Pengaruh Alginat Sebagai Edible Coating Terhadap Kualitas Buah Potong Klimakterik : Kajian Pustaka
Armina Meikyo Puspitasari. Pengaruh Alginat sebagai Edible Coating terhadap
Kualitas Buah Potong Klimakterik: Kajian Pustaka. Dibimbing oleh Hermawan
Seftiono. 2021.
Buah potong merupakan buah segar yang sudah melalui tahap pencucian,
pengupasan, pemotongan, pengemasan, dan penyimpanan pada suhu dingin.
Metode penyimpanan edible coating ialah cara untuk mempertahankan umur
simpan dan mutu buah. Alginat cocok sebagai bahan coating karena senyawa
polisakarida, aman dikonsumsi, dan mampu menahan perpindahan uap air. Tujuan
penelitian mengetahui pengaruh edible coating alginat pada analisis buah potong
dan memperoleh konsentrasi terbaik dari studi literatur. Metode penelitian
melakukan pengumpulan data pada kualitas buah potong yang disimpan pada
suhu rendah (2–5 °C) selama 12–16 hari penyimpanan pada berbagai konsentrasi
berdasarkan studi pustaka dengan pengkajian analisis fisik (susut bobot, tekstur,
warna), kimia (pH, TPT, TA), mikrobiologi (TPC dan kapang dan khamir) dan
evaluasi sensori. Analisis susut bobot dan tekstur menunjukkan alginat 1.5% dapat
menghambat susut bobot sebesar 23% dan mempertahankan nilai hardness
sebesar 12.98 N apel potong. Analisis warna menunjukkan alginat 2% dapat
memperlambat perubahan warna pepaya potong sebesar 56.51°. Analisis kimia
menunjukkan alginat 2% dapat mempertahankan nilai pH aprikot potong sebesar
4.32, menunda pemanfaatan gula sebagai substrat dalam respirasi pepaya potong
sebesar 5.50 °Brix, dan mempertahankan kandungan asam organik kiwi potong
sebesar 0.68%. Analisis mikrobiologi menunjukkan alginat 1% dapat
menghambat terjadinya kontaminasi semangka potong sebesar 6.00 log10 CFU/g
dan menghambat pertumbuhan kapang dan khamir melon kuning potong sebesar
1.42 log10 CFU/g. Analisis evaluasi sensori menunjukkan alginat 2% dapat
mempertahankan karakteristik sensori jambu biji potong dengan skor 7. Alginat
efektif memperlambat respirasi, transpirasi, menunda penggunaan asam organik,
dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme hingga 12 hari penyimpanan.
| ITP 21/006 | Referensi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain