Final_Project
Pengaruh Metode Penanaman Konvensional dan Hidroponik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada Romaine dan Pakcoy
Budidaya sayuran dengan metode hidroponik mampu menghasilkan tanaman dengan
nilai mutu yang lebih baik serta efisien dalam penggunaan lahan jika dibandingkan
secara konvensional. Komparasi terkait produksi dan efektivitas serapan hara kedua
sistem budidaya terlihat masih sedikit dipelajari. Penelitian ini ditujukan untuk
mengetahui pengaruh metode penanaman pada pertumbuhan selada romaine
(Lactuca sativa) dan pakcoy (Brassica rapa) melalui metode hidroponik dan
konvensional. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan
dua faktor. Faktor pertama adalah metode budidaya, yaitu secara konvensional dan
hidroponik, sementara faktor kedua adalah jenis komoditi sayuran yaitu selada
romaine dan pakcoy. Hasil penelitian menunjukan bahwa budidaya tanaman selada
romaine dan pakcoy secara hidroponik mampu menyerap hara dengan baik, karena
terbukti hasil parameter seperti tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar dan
kandungan biomassanya lebih unggul. Budidaya hidroponik pada tanaman selada
romaine lebih tinggi 5,08 cm dibandingkan secara konvensional. Begitupula pada
tanaman pakcoy dengan hidroponik lebih tinggi 9,12 cm dibandingkan dengan
pakcoy konvensional. Selada romaine hidroponik memiliki jumlah daun 3.39 helai
lebih banyak dibandingkan dengan konvensional, hasil yang sama juga terjadi pada
tanaman pakcoy. Sementara itu bobot segar dan kandungan biomassa selada romaine
dan pakcoy sistem hidroponik lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional.
| AET21/003 | AET 21/003 | Prodi Agroekoteknologi (Ruang Skripsi & Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain