Final_Project
Estimasi Nilai Tanah Dengan Menggunakan Analisis Space Syntax dan Multiple Linear Regression
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) adalah lembaga independen yang
mengutus penilai, yang disebut appraiser, untuk menilai properti berupa tanah dan
bangunan. Fokus utama dalam penaksiran nilai properti adalah nilai tanah karena
tanah bersifat tetap, unik, dan tidak berubah. Appraiser melakukan penilaian tanah
melalui pendekatan pasar, yaitu memilih dan menyesuaikan penawaran tanah
serupa di lingkungan sekitar. Pendekatan tersebut diawali dengan kegiatan analisis
banyak penawaran tanah serupa. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan tiga
hingga lima penawaran tanah berdasarkan faktor yang memengaruhi nilai tanah.
Nilai tanah dipengaruhi oleh berbagai macam faktor sehingga appraiser melibatkan
pengetahuannya dalam memilih beberapa faktor pembanding yang dianggap
memiliki pengaruh signifikan. Melibatkan pengetahuan appraiser dalam memilih
faktor pembanding yang digunakan menjadi sebuah keuntungan karena dapat
disesuaikan dengan kondisi lapangan. Namun, pengetahuan yang dimiliki tiap
appraiser pasti berbeda sehingga faktor pembanding yang digunakan pun berbedabeda. Akibatnya timbul dugaan yaitu adanya ketidaksesuaian nilai tanah yang
ditaksir. Nilai tanah yang tidak sesuai dapat merugikan pihak tertentu, misalnya
pada kegiatan investasi. Pelaku investasi akan memperoleh pendapatan yang tidak
maksimal akibat nilai tanah yang lebih rendah dari kondisi aslinya. Mengurangi
dampak yang dapat merugikan pihak tertentu maka diperlukan faktor atau variabel
yang diduga berpengaruh terhadap nilai tanah. Penelitian ini mempelajari pola data
penawaran tanah menggunakan metode Multiple Linear Regression (MLR). Data
penawaran tanah yang digunakan, antara lain waktu penawaran, luas tanah, jenis
sertifikat tanah, bentuk tanah, lebar jalan, dan harga per meter persegi. Data lain
seperti lokasi yang diduga memengaruhi nilai tanah memunculkan ide untuk
menggunakan analisis space syntax yang melakukan simulasi konfigurasi ruang.
Hasilnya adalah konektivitas dan integrasi yang digunakan menjadi dugaan variabel
tambahan. Data lain seperti Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah juga digunakan
sebagai tambahan variabel yang diduga dapat mencerminkan nilai tanah. Hasil dari
penelitian ini adalah suatu model yang dapat memperkirakan nilai tanah dan dugaan
variabel yang memengaruhi nilai tanah. Penelitian ini diharapkan dapat membantu
appraiser dalam memperkirakan nilai tanah.
| TI21/026 | TI 21/026 | Prodi Teknik Informatika (Ruang Skripsi & Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain