Text
Formulasi dan karakteristik produk cookies berbahan dasar kombinasi tepung sorgum, tepung mocaf, dan tepung tempe
Ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar negeri, terutama beras dan gandum, merupakan masalah dalam mencapai ketahanan pangan. Indonesia memiliki iklim yang ideal untuk tanaman serealia. Sorgum (Sorghum bicolor) adalah serealia yang kaya nutrisi, termasuk karbohidrat, protein, dan vitamin B1. Tepung mocaf, merupakan hasil fermentasi singkong yang memiliki kandungan nutrisi serupa. Penambahan tepung tempe, bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi cookies. Penelitian in menggunakan Rancangan Ack Lengkap (RAL) dengan memformulasikan cookies menggunakan kombinasi tepung sorgum, mocaf, dan tempe, mengacu pada standar SNI 01 - 2973 - 2018. Cookies digemari berbagai kalangan dan merupakan produk inovatif berbasis bahan lokal. Proses penelitian dengan melakukan uji pendahuluan, pembuatan produk, dan uji organoleptik (Hedonik) untuk menentukan formulasi terbaik. Hasil dianalisis dengan Analysis Of Variant (ANOVA), dan uji lanjut Duncan, yang menunjukkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kombinasi tepung sorgum, mocaf, dan tempe terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, dan organoleptik cookies. Formulasi terbaik adalah F1 dan F4. Formulasi F1 terdiri dari 27% tepung sorgum, 7% tepung mocaf dan 2% tepung tempe, sementara F4 menggunakan 27% tepung sorgum, 7% tepung mocaf dan 5% tepung tempe. Uji proksimat menunjukkan bahwa F1 mengandung karbohidrat 67,21%, protein 5,92%, lemak 23,14%, kadar air 2,40%, dan kadar abu 1,32%. F4 mengandung karbohidrat 65,92%, protein 6,82%, lemak 23,04%, kadar air 2,89%, dan kadar abu 1,33%. Kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan kadar air sesuai dengan SNI, namun kadar abu melebihi standar SNI 01 - 2973 - 2018.
ITP24/003 | ITP 24/003 | Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan (Ruang Skripsi dan Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain