Text
Produksi POC kulit buah pepaya dengan penambahan tepung ikan dan aplikasinya pada stek bayam Brazil
Kulit pepaya yang sering dianggap sebagai sampah organik rumah tanged, bahan belum banyak dimanfaatkan. Namun penggunaan kulit pepaya sebagai bahan organik tunggal untuk produksi Pupuk Organik Cair (POC) seringkali menghasilkan kualitas yang buruk. Ole karena itu, perlu dilakukan penambahan bahan organik lain untuk meningkatkan kualitanya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kandungan nutrisi pada POC adalah dengan menambahkan tepung ikan. Penelitian in dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan terhadap mutu kimia POC kulit buah pepaya dan dosis POC kulit buah pepaya yang optimal terhadap pertumbuhan stek bayam brazil. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Agroteknologi Universitas Trilogi, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Agustus hingga Desember 2023. Selanjutnya POC diuji di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat di Bogor Pusat. Penelitian menggunakan Rancangan Ack Lengkap (RAL) satu faktor dengan fokus pada takaran tepung ikan dalam POC (0 g (P1), 100 g (P2), dan 200 g (P3)). Hasil uji laboratorium menunjukkan POC kulit buah pepaya dengan penambahan tepung ikan memiliki kualitas yang hampir sama, namun P3 lebih baik. Dosis POC tepung ikan 200 gram (P3) yang diberikan pada tanaman bayam
brazil adalah sebagai berikut: DO = kontrol, D1 = POC 40 mL/L air, D2 = POC 50
mL/L air, dan D3 = POC 60 mL/L air. Hasil aplikasi POC kulit pepaya
menunjukkan bahwa perlakuan dosis D3 memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang tunas, bobot total tanaman, dan panjang akar tanaman bayam brazil dengan rata-rata hasil 44,03 cm, 20,25 cm, 54,51 gram, dan masing-masing 24,55 cm dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
AET24/002 | AET 24/002 | Prodi Agroekoteknologi (Ruang Skripsi dan Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain