Magister Manajemen
Pengaruh tunjangan kinerja dan keadilan organisasional terhadap kinerja dengan pemediasi kepuasan kerja pada pegawai berenbang ketenagakerjaan
Kinerja aparatur merupakan komponen penting dalam keberhasilan organisasi sektor publik, terutama pada instansi yang memiliki mandat strategis seperti Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan. Dalam konteks tersebut, kualitas kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi individu, tetapi juga oleh kebijakan organisasi, termasuk sistem penghargaan dan praktik keadilan internal yang dijalankan. Penelitian ini disusun untuk mengkaji secara mendalam bagaimana tunjangan kinerja dan keadilan organisasional membentuk kualitas kinerja pegawai, sekaligus menelaah peran kepuasan kerja sebagai jembatan psikologis yang menghubungkan kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Barenbang Ketenagakerjaan dengan teknik analisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Metode ini dipilih karena mampu menguji hubungan kausal secara komprehensif, baik pengaruh langsung maupun tidak langsung, serta memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pola hubungan antarvariabel dalam model penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa tunjangan kinerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya, semakin baik kualitas tunjangan yang diterima, semakin tinggi pula capaian kinerja yang diberikan. Keadilan organisasional juga memberikan keadilan baik dalam proses, distribusi, maupun interaksi menjadi fondasi yang memengaruhi perilaku kerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja terbukti memediasi hubungan antara tunjangan kinerja dan keadilan organisasional dengan kinerja. Temuan ini menggambarkan bahwa ketika pegawai merasa diperlakukan secara adil dan mendapatkan penghargaan yang layak, mereka cenderung merasakan kepuasan yang kemudian tercermin dalam peningkatan kinerja. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen, terutama dalam memperkuat kebijakan tunjangan yang lebih adaptif dan memberi ruang bagi praktik keadilan yang konsisten. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, organisasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih supertif, menumbuhkan kepuasan kerja, dan pada akhirnya menghasilkan kinerja pegawai yang optimal.
| TES25/092 | TES 25/092 | Prodi Magister Manajemen (Ruang Skripsi & Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain