Umum
Komunikasi risiko penanggulangan bencana
Di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, mash sedikit orang yang menyadari bahwa penguatan Komunikasi Risiko berdampak besar dalam mengurangi korban jiwa dan kerugian materil akibat bencana. Padahal, pengetahuan tentang Komunikasi Risiko menjadi semakin penting mengingat frekuensi bahaya dan bencana diperkirakan terus meningkat. Oxfam International (2022) mencatat jumlah bencana terkait iklim meningkat tiga kali lipat dalam 30 tahun terakhir. Pada tahun 2017 terjadi 2.866 bencana, meningkat signifikan menjadi 5.401 pada tahun 2021. Sementara Emergency Event Database (EM-DATA) menyebutkan bahwa pada tahun 2021, kejadian bencana meningkat sebesar 163 kasus atau 17,4% dari jumlah rata-rata peristia bencana tahunan dalam 20 tahun terakhir.
Ironisnya, kebijakan dan intervensi untuk menanggulangi bencana belum optimal, bahkan dapat dikatakan gagal. Penyebabnya, belum efektifnya kebijakan/program dan belum diadopsinya konsep Komunikasi Risiko pada penanggulangan bencana atau pengurangan risiko bencana, dan kalaupun sudah diadopsi, penerapannya belum efektif. Dalam kondisi demikian, apa yang disebut "memberikan pemahaman mendasar" kepada publik mengapa Komunikasi Risiko penting dan mendesak, menjadi sebuah keniscayaan.
Buku ini mengusung visi, pertama, memberikan panduan dasar terkait langkah-langkah sederhana namun sangat penting yang dapat dilakukan dalam mempersiapkan masyarakat agar mampu mengantisipasi dan merespons setiap kejadian bencana. Terutama menciptakan sistem komunikasi yang dapat memperkuat mereka agar tahan dan siap menghadapi bencana. Dalam hal ini, komunikasi dan koordinasi antar-stakeholder sangat penting. Kedua, mengingatkan semua pihak bahwa risiko dan ancaman adalah suatu permasalahan yang dapat dikelola secara dini dengan mengaplikasikan pendekatan Komunikasi Risiko yang dilakukan pada saat tanggap darurat bencana, sebelum, dan setelah bencana terjadi.
Buku ini berisi konsep, teori dan model, sejarah Komunikasi Risiko, strategi pengembangan dan desain program berbasis Komunikasi Risiko, dan praktik-praktik program Komunikasi Risiko serta isu-isu strategis Komunikasi Risiko. Buku ini penting bagi akademisi/dosen, peneliti,
beans dan araltici nendurandan risiko bencana (PRB), mahasiswa dan masyarakat luas.
| B00624 | 363.346 WIG k | Seluruh Prodi (Ruang Koleksi Umum) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain