Text
Perancangan media edukasi budaya lokal tokoh wayang punakawan berbasis Motion Graphic
Setiap aspek kehidupan manusia terus mengalami perubahan dan perkembangan seiring berjalannya waktu. Meski era modern saat ini membawa banyak manfaat, dampak negatif juga tidak dapat dihindari. Salah satunya adalah budaya wayang yang mulai tersingkir oleh pengaruh budaya baru dan perlahan dilupakan. Generasi muda menganggap bahwa menonton atau memainkan wayang sudah tidak relevan lagi, sehingga muncul rasa malu karena dianggap sebagai budaya kuno yang tidak cocok dengan kehidupan modern. Padahal, wayang merupakan bagian penting dari budaya Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan. Wayang Punakawan dipilih untuk memperkenalkan wayang kepada generasi muda karena karakter-karakternya yang mudah diterima dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tokoh-tokoh seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong dikenal humoris, bijak, dan akrab dengan masyarakat. Dengan gaya penyampaian yang ringan dan jenaka, punakawan lebih mudah menarik perhatian generasi muda sambil menyampaikan pesan moral, kebijaksanaan, serta kritik sosial. Untuk memperkenalkan kebudayaan wayang ke generasi muda, diperlukan suatu metode yang efektif agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah menggunakan media audio visual berbasis motion graphic. Motion graphic menawarkan pengalaman baru sebagai media alternatif untuk memperkenalkan budaya Indonesia dengan menggabungkan elemen audio visual dan desain grafis yang berbeda dari media yang pernah digunakan sebelumnya. Media edukasi ini dirancang berbasis animasi motion graphic dua dimensi. Dengan menggunakan animasi motion graphic, media edukasi yang dihasilkan dapat lebih mudah dipahami dan dijadikan sebagai alat pembelajaran.
DKV24/011 | DKV 24/011 | Prodi Desain Komunikasi Visual (Ruang Skripsi dan Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain