Akuntansi
Analisis pengaruh dewan komisaris independen dan kepemilikan institusional terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2024
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah proporsi dewan komisaris independen berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024, serta menguji peran kepemilikan institusional sebagai faktor terkait. Manajemen laba diproksikan dengan discretionary accruals (DA) yang dihitung menggunakan Modified Jones Model. Variabel dewan komisaris independen diukur sebagai rasio jumlah komisaris independen terhadap total dewan komisaris, sedangkan kepemilikan institusional diukur sebagai persentase kepemilikan saham oleh investor institusional terhadap total saham beredar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan. Melalui purposive sampling, diperoleh 10 perusahaan manufaktur yang secara konsisten memenuhi kriteria penelitian, sehingga menghasilkan 50 observasi perusahaan-tahun. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa praktik manajemen laba masih terjadi pada perusahaan sampel. Namun, hasil regresi menunjukkan bahwa proporsi dewan komisaris independen dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba meskipun memiliki koefisien positif. Temuan ini menunjukkan bahwa dewan komisaris independen dan kepemilikan institusional cenderung berfungsi sebagai struktur formal dan belum sepenuhnya efektif dalam membatasi penggunaan akrual diskresioner oleh manajemen.
| AKU26/006 | AKU 26/006 | Prodi Akuntansi (Ruang Skripsi & Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain