Teknik Informatika
Analisis model penerimaan teknologi terhadap minat penggunaan qris di kalangan gen-z berbasis unified theory of acceptance and use of technology 2 (UTAUT 2)
Di era perkembangan teknologi yang pesat, sistem pembayaran digital seperti QRIS semakin populer, khususnya di kalangan Gen Z. Gen Z merupakan generasi digital native yang telah terbiasa dengan penggunaan teknologi sejak usia dini. Gaya hidup yang praktis, responsif terhadap inovasi, serta keterlibatan yang aktif dalam promo digital menjadikan Gen Z sebagai segmen yang potensial dalam adopsi teknologi QRIS. Meskipun Gen Z dikenal sebagai generasi digital yang terbiasa menggunakan teknologi, tidak semua individu dalam kelompok ini sepenuhnya memahami atau terbiasa menggunakan QRIS. (Kurangnya pemahaman, kebiasaan menggunakan metode pembayaran lain, serta pengaruh sosial menjadi alasan perlunya penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang mempengaruhi minat penggunaan QRIS di kalangan Gen Z Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat penggunaan QRIS di kalangan Gen Z menggunakan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT 2). Model UTAUT 2 digunakan untuk mengukur harapan kinerja (performance expectancy), harapan usaha (effort expectancy), pengaruh sosial (social influence), kondisi pendukung (facilitating conditions), motivasi hedonis (hedonic motivation), nilai harga (price value), dan kebiasaan (habit), variabel terikat meliputi niat berperilaku (behavioral intention) dan perilaku menggunakan teknologi (use behavior) yang dipengaruhi oleh kejadian (event) dan sektor pekerjaan (employment sector) terhadap penerimaan teknologi oleh Gen Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan secara accidental sampling. Responden dalam penelitian ini adalah 100 orang Gen Z yang pernah melakukan transaksi QRIS yang dijumpai di wilayah Jabodetabek. Wilayah Jabodetabek dipilih karena merupakan pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, dan teknologi di Indonesia, serta memiliki infrastruktur digital yang lebih maju dibandingkan dengan wilayah lain. Selain itu, tingkat adopsi QRIS di wilayah ini relatif tinggi, sehingga sangat relevan untuk mengkaji penerimaan teknologi QRIS oleh Gen Z. Hasil pengujian menggunakan software SPSS dan smartPLS menyatakan bahwa: Performance Expectancy (PE) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dengan nilai original sample (O) sebesar 0.375, nilai t-statistik sebesar 3.065, dan nilai p sebesar 0.002. Facilitating Condition (FC) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Use Behaviour (UB) dengan nilai original sample (O) sebesar 0.265, nilai t-statistik sebesar 2.429, dan nilai p sebesar 0.015. Hedonic Motivation (HM) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dengan nilai original sample (O) sebesar 0.301, nilai t-statistik 2.147, dan nilai p sebesar 0.032. Habit (HB) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Use Behaviour (UB) dengan nilai original sample (O) sebesar 0.180, nilai t-statistik 2.248, dan nilai p sebesar 0.025. Behavioral Intention (BI) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Use Behaviour (UB) dengan nilai original sample (O) sebesar 0288, nilai t-statistik 2.394, dan nilai p sebesar 0.017, dan Facilitating Condition (FC) yang dimoderasi oleh Employment Sector (ES) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Use Behaviour (UB) dengan nilai original sample (O) sebesar 0.156, nilai t-statistik 2.021, dan nilai p sebesar 0.043.
| TI25/025 | TI 25/025 | Prodi Teknik Informatika (Ruang Skripsi & Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain