Agribisnis
Studi Aplikasi Beberapa Jenis Pupuk Untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Buncis (Phaseolus vulgaris L.)
Produksi buncis belum memenuhi permintaan konsumen, karena tingkat produksi yang tidak stabil dan relatif rendah. Secara umum, penggunaan pupuk di Indonesia masih bergantung pada pupuk anorganik, yang dapat merusak kualitas tanah dan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk menilai respons berbagai pupuk anorganik, guano, dan pupuk organik cair (POC) kulit nanas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis, mengidentifikasi jenis dan dosis pupuk yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi optimal, serta menganalisis kandungan hara dalam POC kulit nanas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2025 di kebun Universitas Trilogi dengan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, terdiri atas lima perlakuan: P0 (kontrol), P1 (NPK 10 g/polybag), P2 (NPK 10 g + Guano 60 g/polybag), P3 (NPK 20 g + POC 100 ml/polybag), dan P4 (NPK 20 g + Guano 60 g + POC 100 ml/polybag), dengan tiga ulangan dan empat tanaman per ulangan. POC dibuat melalui proses fermentasi kulit nanas. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pupuk berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang, dengan perlakuan P2 memberikan pertumbuhan terbaik, yaitu 144,53 cm, 30,50 helai, dan 3,90 mm. Variabel hasil seperti bobot panen dan bobot polong tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan. kombinasi NPK dan guano (NPK 10 g + Guano 60 g/polybag) merupakan perlakuan paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan buncis, sementara POC kulit nanas memiliki potensi namun masih memerlukan perbaikan kualitas.
| AGR26/006 | AGR 26/006 | Prodi Agribisnis (Ruang Skripsi & Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain