Agribisnis
Respon tunas mikro mahkota nanas (Ananas Comosus (L.) Merr) terhadap hormon pertumbuhan dalam perbanyakan nanas
Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) merupakan salah satu komoditas buah tropis utama Indonesia yang memiliki prospek strategis dalam pengembangan agribisnis, namun produktivitasnya masih terkendala oleh keterbatasan bibit berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons tiga varietas nanas, yaitu Kediri, Honi, dan Subang, terhadap aplikasi beberapa jenis zat pengatur tumbuh (ZPT) dalam perbanyakan vegetatif melalui tunas aksilar mahkota. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah jenis nanas dan faktor kedua adalah jenis ZPT yang meliputi ekstrak bawang merah, ekstrak lidah buaya, ZPT sintetis Root Up, serta control (air). Peubah pengamatan berupa daya hidup tunas mikro, jumlah dan panjang akar, diameter akar, diameter batang, jumlah daun, dan tinggi tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Kediri memiliki performa terbaik pada sebagian besar peubah, terutama jumlah dan panjang akar, jumlah tunas hidup, serta diameter batang, sementara varietas Subang unggul pada tinggi tunas dan varietas Honi cenderung lebih rendah. Dari sisi perlakuan, Root Up efektif dalam meningkatkan panjang akar, ekstrak lidah buaya unggul dalam mempertahankan jumlah tunas hidup dan pembentukan daun, sedangkan ekstrak bawang merah menghasilkan respon fluktuatif namun optimal pada kombinasi dengan varietas Kediri. Kombinasi terbaik secara keseluruhan diperoleh pada varietas Kediri dengan perlakuan bawang merah maupun lidah buaya yang meningkatkan kualitas system perakaran dan vigor tunas. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan varietas responsif serta penggunaan ZPT alami berbiaya rendah dapat mendukung teknik perbanyakan nanas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
| AGR26/007 | AGR 26/007 | Prodi Agribisnis (Ruang Skripsi & Tesis) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain