Ekonomi Pembangunan
Quo vadis bea cukai Indonesia: Menegakkan kedaulatan bea cukai Indonesia
uku QUO VADIS BEA CUKAI INDONESIA – Menegakkan Kedaulatan Bea Cukai Indonesia ini berkisah tentang bagaimana sekelompok Insan Bea Cukai berusaha meraih kembali kedaulatan yang terenggut dan memulihkan kepercayaan Pemerintah. Peristiwa ini terjadi ketika Soehardjo menjadi Direktur Jenderal Bea Cukai pada 1995. Kala itu, Soehardjo melakukan dua hal strategis, yakni, Pertama, mengkonsolidasi segenap jajaran DJBC untuk mereformasi diri dengan menerapkan budaya perusahaan (corporate culture) yang disemboyankan sebagai TAKWA. Ini hal baru pada masanya. Kedua, ia mengakselerasi kehendak lama untuk memiliki Undang-undang Kepabeanan buatan bangsa sendiri menggantikan Ordonansi peninggalan Hindia Belanda. Sesungguhnya, dalam perjuangan legislasi ini terselip semangat nasionalisasi yang mendorong penegakan kembali kedaulatan DJBC.
Menariknya, buku yang ditulis oleh sejumlah pelaku sejarah dari peristiwa itu, juga memuat hikmah serta pesan strategis kepada generasi penerus DJBC, agar mereka tidak mengulangi sejarah kelam DJBC pada masa yang akan datang. Buku ini layak dibaca oleh mereka yang hendak mencari hikmah tentang bagaimana patriotisme, semangat memperjuangkan kedaulatan, bisa muncul dimana saja termasuk di lingkungan bea dan cukai.
| B00636 | 382.7 SOE q | Prodi Ekonomi Pembangunan (Ruang Koleksi Umum) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain